Berita Terkini
Nasional
Dunia
Bisnis
Dunia Islam
Pemuda
Perempuan
Daerah
Kabar Banten
Majelis Syuro
JAKARTA - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengatakan, keputusan apakah partainya keluar atau tidak dari koalisi pendukung pemerintah akan ditentukan setelah Presiden Susilo Bambang mengumumkan hasil reshuffle atau perombakan kabinet.
"PKS belum ada sikap. Reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Jika sebelum reshuffle kita ambil sikap, kan jadi lucu. Biarlah Presiden bekerja, tenang ambil keputusan," kata Tifatul kepada para wartawan ketika mendampingi Presiden menerima Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong XIII Malaysia, Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah di Istana Negara, Jakarta, Minggu (16/10/2011).
Ketika ditanya apakah dirinya siap dikeluarkan dari jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II jika dinilai tidak bekerja optimal, Tifatul menjawabnya dengan pantun jenaka. "Ayu Ting Ting naik kopaja, yang penting enggak banyak bicara," ujar Tifatul seraya tersenyum lebar.
Seperti diwartakan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, sikap politik PKS dalam koalisi tetap akan berbasis pada kontrak koalisi yang telah disepakati bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dikemukakan Luthfi setelah PKS melakukan Rapat Pimpinan Nasional yang digelar di Jakarta.
"Kita telah putuskan empat sikap kita terkait reshuffle. Salah satunya, sikap kita dalam koalisi akan tetap kepada code of conduct, maupun kesepakatan-kesepakatan khusus lain, yang tercantum dalam kontrak koalisi antara PKS dan Presiden SBY," ujar Luthfi dalam jumpa pers seusai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Jakarta, Sabtu (15/10/2011).
Dalam hal perombakan kabinet, PKS tetap menilai hal tersebut adalah hak prerogatif presiden. Menurut Luthfi, perombakan tersebut merupakan tanggung jawab sepenuhnya Presiden SBY. "Jadi, segala implikasi kebijakan tersebut bukan tanggung jawab mitra koalisi atau yang lainnya," kata Luthfi.
Dalam Rapimnas tersebut, PKS juga berasumsi bahwa perombakan kabinet akan tetap dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif, profesionalisme, dan transparansi. Menurut Luthfi, perombakan kabinet juga akan dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja kabinet dalam persoalan yang membelit pemerintahan serta akan menjadi asumsi tantangan yang akan datang.
"Jadi, kami yakin Presiden akan melakukan hal tersebut dengan baik karena akan sangat mempertaruhkan kredibilitas beliau sendiri," kata Luthfi.[Sumber: Hindra Liu, Laksono Hari W - www.kompas.com/16/2011].
"PKS belum ada sikap. Reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Jika sebelum reshuffle kita ambil sikap, kan jadi lucu. Biarlah Presiden bekerja, tenang ambil keputusan," kata Tifatul kepada para wartawan ketika mendampingi Presiden menerima Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong XIII Malaysia, Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah di Istana Negara, Jakarta, Minggu (16/10/2011).
Ketika ditanya apakah dirinya siap dikeluarkan dari jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II jika dinilai tidak bekerja optimal, Tifatul menjawabnya dengan pantun jenaka. "Ayu Ting Ting naik kopaja, yang penting enggak banyak bicara," ujar Tifatul seraya tersenyum lebar.
Seperti diwartakan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, sikap politik PKS dalam koalisi tetap akan berbasis pada kontrak koalisi yang telah disepakati bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dikemukakan Luthfi setelah PKS melakukan Rapat Pimpinan Nasional yang digelar di Jakarta.
"Kita telah putuskan empat sikap kita terkait reshuffle. Salah satunya, sikap kita dalam koalisi akan tetap kepada code of conduct, maupun kesepakatan-kesepakatan khusus lain, yang tercantum dalam kontrak koalisi antara PKS dan Presiden SBY," ujar Luthfi dalam jumpa pers seusai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Jakarta, Sabtu (15/10/2011).
Dalam hal perombakan kabinet, PKS tetap menilai hal tersebut adalah hak prerogatif presiden. Menurut Luthfi, perombakan tersebut merupakan tanggung jawab sepenuhnya Presiden SBY. "Jadi, segala implikasi kebijakan tersebut bukan tanggung jawab mitra koalisi atau yang lainnya," kata Luthfi.
Dalam Rapimnas tersebut, PKS juga berasumsi bahwa perombakan kabinet akan tetap dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif, profesionalisme, dan transparansi. Menurut Luthfi, perombakan kabinet juga akan dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja kabinet dalam persoalan yang membelit pemerintahan serta akan menjadi asumsi tantangan yang akan datang.
"Jadi, kami yakin Presiden akan melakukan hal tersebut dengan baik karena akan sangat mempertaruhkan kredibilitas beliau sendiri," kata Luthfi.[Sumber: Hindra Liu, Laksono Hari W - www.kompas.com/16/2011].
Jakarta - Hari ini, Majelis Syuro PKS menggelar rapat di kantor DPP PKS bersama sekitar 90 kadernya. Terkait kontrak koalisi, dalam rapat yang dimulai sejak siang tadi Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan pembahasan kontrak masih dalam proses pemaparan.
"Kami masih dalam proses. Sampai magrib baru sampai pemaparan. Pembahasannya sudah tentu agak panjang karena anggotanya berjumlah 90 orang. Masing-masing punya hak untuk komentar. Kemungkinan tidak selesai malam ini karena jumlah mereka banyak," kata Luthfi kepada wartawan di gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/4).
Luthfi menambahkan, keputusan akhir dari kontrak koalisi tidak akan disampaikan ke publik sebelum hasilnya disampaikan ke Presiden SBY. Surat yang akan diputuskan oleh Majelis Syuro esok akan diberikan kepada SBY dalam bentuk surat tertutup.
"Setelah dirumuskan baru akan diputuskan sikap kami. Semua keputusan akan disampaikan langsung ke SBY dalam surat tertutup. Jadi, tidak dibuka ke publik karena ini masalah internal PKS dan SBY. Kami enggak akan buka sikap kepada publik sebelum itu sampai ke SBY. Setelah sampai di SBY, kemudian kami tunggu respon beliau. Mungkin beliau akan merespons secara tertutup atau terbuka. Kalau sudah dari pihak SBY merespons, kami sepakati mana yang dibuka dan yang ditutup. Nanti, kami akan beri keterangan pers mana yang akan dibuka," ujarnya.
Luthfi mengelak bahwa Majelis Syuro PKS dikatakan tidak nyaman dengan draf kontrak baru koalisi tersebut. PKS ingin mengetahui kedudukan hukum dari hak prerogatif presiden dengan hak konstitusional DPR. Hak prerogatif presiden pun tidak bisa sebagai gurauan dan manuver politik.
"Bukan ketidaknyamanan. Kami pahami dan coba pahami dari konstruksi hukumnya. Konteks nyaman enggak nyaman itu relatif. Selama ini hak yang dilindungi itu jadi tema pembicaraan semua politisi kita, seolah-olah hak prerogatif bukan atas tekanan siapapun. Jangan dijadikan bahan gurauan, manuver politik, ancam-mengancam itu enggak bisa. Itu bukan kewenangan pihak lain. Itu murni hak presiden. Kalau hak presiden diobok-obok ini bertentangan dengan UU. Ini bukan berarti akan mereduksi hak konstitusi dalam politik dan demokrasi, bukan membungkam anggota dewan. Mereka memiliki hak mengkritisi. Ini tetap diakui dan dijalankan," katanya.
Lebih lanjut Luthfi mengatakan bahwa harus ada kesepakatan pembicaraan tentang tema yang harus kompak dengan koalisi dan pembicaraan yang bebas dari koalisi. (OL-5)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com
"Kami masih dalam proses. Sampai magrib baru sampai pemaparan. Pembahasannya sudah tentu agak panjang karena anggotanya berjumlah 90 orang. Masing-masing punya hak untuk komentar. Kemungkinan tidak selesai malam ini karena jumlah mereka banyak," kata Luthfi kepada wartawan di gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/4).
Luthfi menambahkan, keputusan akhir dari kontrak koalisi tidak akan disampaikan ke publik sebelum hasilnya disampaikan ke Presiden SBY. Surat yang akan diputuskan oleh Majelis Syuro esok akan diberikan kepada SBY dalam bentuk surat tertutup.
"Setelah dirumuskan baru akan diputuskan sikap kami. Semua keputusan akan disampaikan langsung ke SBY dalam surat tertutup. Jadi, tidak dibuka ke publik karena ini masalah internal PKS dan SBY. Kami enggak akan buka sikap kepada publik sebelum itu sampai ke SBY. Setelah sampai di SBY, kemudian kami tunggu respon beliau. Mungkin beliau akan merespons secara tertutup atau terbuka. Kalau sudah dari pihak SBY merespons, kami sepakati mana yang dibuka dan yang ditutup. Nanti, kami akan beri keterangan pers mana yang akan dibuka," ujarnya.
Luthfi mengelak bahwa Majelis Syuro PKS dikatakan tidak nyaman dengan draf kontrak baru koalisi tersebut. PKS ingin mengetahui kedudukan hukum dari hak prerogatif presiden dengan hak konstitusional DPR. Hak prerogatif presiden pun tidak bisa sebagai gurauan dan manuver politik.
"Bukan ketidaknyamanan. Kami pahami dan coba pahami dari konstruksi hukumnya. Konteks nyaman enggak nyaman itu relatif. Selama ini hak yang dilindungi itu jadi tema pembicaraan semua politisi kita, seolah-olah hak prerogatif bukan atas tekanan siapapun. Jangan dijadikan bahan gurauan, manuver politik, ancam-mengancam itu enggak bisa. Itu bukan kewenangan pihak lain. Itu murni hak presiden. Kalau hak presiden diobok-obok ini bertentangan dengan UU. Ini bukan berarti akan mereduksi hak konstitusi dalam politik dan demokrasi, bukan membungkam anggota dewan. Mereka memiliki hak mengkritisi. Ini tetap diakui dan dijalankan," katanya.
Lebih lanjut Luthfi mengatakan bahwa harus ada kesepakatan pembicaraan tentang tema yang harus kompak dengan koalisi dan pembicaraan yang bebas dari koalisi. (OL-5)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com
![]() |
| Sekjen PKS Anis Matta |
Menurutnya, PKS belum bisa menentukan sikap lantaran tidak ada alasan bagi PKS untuk mengganti kontrak koalisi sebelumnya.
"Ini otoritas Majelis Syuro menyetujui atau tidak, bukan DPP. Biar Majelis Syuro yang menentukan. Ya harus bersidang dulu," ujar Anis saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa, (12/4).
Wakil Ketua DPR tersebut mengatakan PKS sebenarnya menginginkan evaluasi menyeluruh daripada kontrak baru terhadap koalisi. Janggal jika muncul kontrak baru tanpa ada evaluasi dalam tubuh Setgab.
"Yang kita tunggu evaluasi secara keseluruhan karena itu tidak dilakukan sama sekali," tambahnya.
Sementara itu, terkait partai lain yang telah menyepakati kontrak baru koalisi dengan telah menandatangani kontrak, Anis mengatakan sebagai pemegang tertinggi keputusan, Majelis Syuro bekerja tidak secara individu.
"Kalau partai lain kita tidak tahu, kita independen mengambil sikap. Majelis Syuro bekerja secara akal kolektif bukan individu," tandasnya. (OL-12)
http://www.mediaindonesia.com
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera menyatakan akan segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk membahas draft revisi kontrak koalisi. Rapat ini akan digelar sebelum perayaan Milad PKS 17 April yang akan datang. "Tanggal 14-16 besok kalau tidak salah," kata Ketua PKS Nasir Djamil, melalui pesan singkat kepada Tempo, Ahad 10 April 2011.
Menurut Nasir, kontrak koalisi ini menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan dalam repat itu. Rapat Majelis Syuro ini akan dihadiri oleh perwakilan PKS seluruh Indonesia. "Sebab kontrak baru akan sangat berpengaruh bagi perjalanan partai di seluruh Indonesia. Majelis Syuro itu representasi dari daerah, jadi sangat tepat jika draft kontrak baru dibahas disana," ujarnya.
PKS adalah satu-satunya partai anggota koalisi yang belum menyepakati isi dari revisi kontrak koalisi ini. Sedangkan lima anggota koalisi lainnya sudah menyepakati isi kontrak baru ini. Dalam kontrak baru ini sendiri, partai anggota koalisi ditutup kemungkinannnya untuk membuat ke"kisruh"an dalam parlemen seperti yang terjadi saat kasus pembentukan pansus hak angket mafia pajak dan mafia hukum.
Nasir sendiri masih berpandangan bahwa kontrak yang ada saat ini lebih demokratis dibandingkan draft revisi itu."Secara pribadi saya menilai kontrak lama lebih demokratis dan menghargai perbedaan," ujarnya.
Sumber: http://www.tempointeraktif.com
Menurut Nasir, kontrak koalisi ini menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan dalam repat itu. Rapat Majelis Syuro ini akan dihadiri oleh perwakilan PKS seluruh Indonesia. "Sebab kontrak baru akan sangat berpengaruh bagi perjalanan partai di seluruh Indonesia. Majelis Syuro itu representasi dari daerah, jadi sangat tepat jika draft kontrak baru dibahas disana," ujarnya.
PKS adalah satu-satunya partai anggota koalisi yang belum menyepakati isi dari revisi kontrak koalisi ini. Sedangkan lima anggota koalisi lainnya sudah menyepakati isi kontrak baru ini. Dalam kontrak baru ini sendiri, partai anggota koalisi ditutup kemungkinannnya untuk membuat ke"kisruh"an dalam parlemen seperti yang terjadi saat kasus pembentukan pansus hak angket mafia pajak dan mafia hukum.
Nasir sendiri masih berpandangan bahwa kontrak yang ada saat ini lebih demokratis dibandingkan draft revisi itu."Secara pribadi saya menilai kontrak lama lebih demokratis dan menghargai perbedaan," ujarnya.
Sumber: http://www.tempointeraktif.com
INILAH.COM, Jakarta - Diajukannya tokoh senior PKS di KIB jilid II dianggap dapat menurunkan daya tarik pada Pemilu 2014. Namun hal tersebut dibantah Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.
"PKS selalu memiliki daya tarik, kita kan partai dakwah," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (19/10).
Hal tersebut disampaikan dia menanggapi pernyataan beberapa pihak mengenai disodorkannya tokoh senior PKS ke SBY untuk dipilih menjadi menteri. PKS, menurut Hilmi justru berada dalam posisi serba salah.
Artinya ketika partainya menyerahkan tokoh muda, dikiritik karena kurang memiliki jam terbang. Namun ketika sebaliknya, yang tua yang dipilih, dinilai partai masih menekankan pada senioritas.
"Kalau ditunjuk yang muda menyayangkan. Tapi kita memilih sesuai dengan kompetensinya," katanya.
Apalagi, dijelaskan dia, para tokoh muda PKS, secara tidak formal ditugaskan untuk berkreasi di parlemen. Sedangkan yang memang senior dan matang secara politik berada dalam barisan kabinet. "Begitulah kira-kira salah satu alasannya," jelas Hilmi.
Beberapa tokoh tua yang diajukan untuk menjadi menteri adalah Presiden PKS Tifatul Sembiring, Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, Dubes Arab Saudi, Salim Segaf Al Jufri dan Suharna. Mereka pada 2014 mendatang dinilai tidak akan memiliki daya tarik. Sehingga tidak menjual.
Padahal, PKS yang kerap berslogan partai anak muda, memiliki banyak tokoh muda yang mumpuni. Seperti salah satunya Anis Matta dan Zulkieflimansyah. [jib]
Sumber : www.inilah.com
"PKS selalu memiliki daya tarik, kita kan partai dakwah," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (19/10).
Hal tersebut disampaikan dia menanggapi pernyataan beberapa pihak mengenai disodorkannya tokoh senior PKS ke SBY untuk dipilih menjadi menteri. PKS, menurut Hilmi justru berada dalam posisi serba salah.
Artinya ketika partainya menyerahkan tokoh muda, dikiritik karena kurang memiliki jam terbang. Namun ketika sebaliknya, yang tua yang dipilih, dinilai partai masih menekankan pada senioritas.
"Kalau ditunjuk yang muda menyayangkan. Tapi kita memilih sesuai dengan kompetensinya," katanya.
Apalagi, dijelaskan dia, para tokoh muda PKS, secara tidak formal ditugaskan untuk berkreasi di parlemen. Sedangkan yang memang senior dan matang secara politik berada dalam barisan kabinet. "Begitulah kira-kira salah satu alasannya," jelas Hilmi.
Beberapa tokoh tua yang diajukan untuk menjadi menteri adalah Presiden PKS Tifatul Sembiring, Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, Dubes Arab Saudi, Salim Segaf Al Jufri dan Suharna. Mereka pada 2014 mendatang dinilai tidak akan memiliki daya tarik. Sehingga tidak menjual.
Padahal, PKS yang kerap berslogan partai anak muda, memiliki banyak tokoh muda yang mumpuni. Seperti salah satunya Anis Matta dan Zulkieflimansyah. [jib]
Sumber : www.inilah.com
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
INILAH.COM, Tangerang - Kasus yang menimpa dua pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto bergulir begitu kencang. Saking ken...
-
VIVAnews - Penahanan salah seorang anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Dimyati Natakusuma, atas du...
-
MAKASSAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel dan Sulbar membuat TV digital...
-
Penyerahan Pataka Sebagai Simbol Dimulainya Kepengurusan Gema Keadilan di Prov. Banten “PEMUDA HARUS JADI PEMIMPIN SAAT INI JUGA” Bonie M...
-
Jakarta - Pemanggilan Harian Sindo dan Kompas oleh Mabes Polri mendapat sindiran dari Menkominfo Tifatul Sembiring. Menurut mantan Presiden ...
-
Yoyoh Yusroh dan Keluarga Sosoknya memang sangat sederhana dan bersahaja, keberadaannya telah memberi nuansa baru di ruang rapat Komisi VIII...
-
INILAH.COM, Jakarta-Kira-kira siapa ketua DPR berikutnya? Apakah dari kader partai pemenang pemilu legislatif? PKS mendukung anggota majelis...
-
Susilo Bambang Yudhoyono JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan evaluasi total...
-
Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, menegaskan, partainya saat ini menjadi ...
Labels
Aat Syafaat
Aburizal Bakrie
AD dan ART
Adhyaksa Dault
Adnan Buyung Nasution
Ahmad Fathanah
Ahmad Heryawan
Ahmad Zainuddin
Al Muzzammil Yusuf
Anggoro Widjojo
Anies Rasyid Baswedan
Anis Byarwati
Anis Matta
Anton Apriyantono
Arifinto
Artikel
AS Hikam
Atut Chosiyah
Bailout
Banjir
Banten
Baroness Uddin
Bayan
BHD
Bibit-Chandra
Bidang Perempuan
BIN
Boediono
Bom
Bom Bunuh Diri
Bonie Hargens
Bonie Mufidjar
BPK RI
Budaya
Burhanuddin Muhtadi
Busyro Muqoddas
Capres
Capres Independen
Century
Cicak vs Buaya
Daerah
Deddy Mizwar
Deklarasi Damai
Departemen Pertanian (Deptan)
Dewan Grogi
Dewan Syariah PKS
Didik J Rachbini
Dimyati Natakusuma
Direct Selling
DPD PKS Kulonprogo
DPR RI
DPRD Gorontalo
DPRD Kab Serang
DR. Muhammad Badi’
Dubes AS
Ecky Awal Mucharam
Ekonomi
Erizal
Fachri Hamzah
Fatwa BBM
Feature
Fraksi PKS DPR
Fraksi PKS DPRD Banten
Fresh Money
Fuad Rumi
Gedung Baru DPR RI
Gema Keadilan
Gembong R Sumedi
Gemmar Mengaji
Gola Gong
Golkar
Gubernur
Gubernur Sumbar
Guru
Habib Aboe Bakar Alhabsy
Hamas
Harakah
Hatta Syamsuddin
Herlini Amran
Hidayat Didik
Hidayat Nurwahid
Hilmi Aminudin
Hukum dan HAM
HUT Israel
Ikhwanul Muslimin (IM)
ILC
Impor Daging
InCost Institute for Community Studyies
Intelijen
Internasional
International Crisis Group (ICG)
Irwan Prayitno
Islam KTP
Israel
Jatim
Jawa Barat
Jazuli Juwaini
JIL
Jilbab
Jimly Asshiddiqie
Jupri Supriadi
Kabupaten Serang
Kader Manja
KAMMI
Keanggotaan
Kebijakan Dasar
Keluarga
Kemal Stamboel
Kemenpora
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kesehatan RI
Kesehatan
Keuangan
Khairurrizqo
Khutbah Idul Adha
KNPI
Koalisi
Komisi III DPR
Konspirasi
Kota Cilegon
KPK
KPU Banten
KPU Kota Serang
Krisis Timur Tengah
Lady Gaga
LSI
Luthfi Hasan Ishaq
Mafia Pemilu
Mahfud MD
Mahfudz Siddiq
Majelis Syuro
Markaz Dakwah
Markus
Menkominfo
Menristek
Mensos
Mentan
Menteri KIB II
Mesir
Milad PKS
Misbakhun
MIUMI
Mobil Dinas
Moratorium
MPP PKS
MPR
Mudik
Muhammadiyah
MUI
Munas PKS
Mustafa Kamal
Najib Hamas
Nasional
Nasir Djamil
Nazaruddin
News
NII
Obama
Pansus Century
Pansus Pajak
Panwas Banten
Panwaslu
Parliamentary Threshold
Partai Demokrat
Partai Koalisi
PAW
PDIP
Pemakzulan
Pemilu
Pemuda
Pendidikan
Pengamat
Pengurus DPP
Pers
Piagam Deklarasi
Pilkada Banten
Pilkada DKI
Pilkada Jabar
Pilkada Kota Cilegon
Pilkada Serang
PKPU
PKS
PKS Bali
PKS Banten
PKS Jakarta
PKS Makassar
PKS Sulsel
Platform Kebijakan Pembangunan
Politik
POLRI
Presiden
Presiden PKS
Prof. Dr. Muhammad Mursi
Profil
Puisi dan Syair
Qitbiya Ilhami
Qiyadah
Rakernas
Rano Karno
Rapimnas PKS
Reformasi Birokrasi
Reshuffle
Ringkasan Eksekutif
RS Mitra Internasional
Rumah Keluarga Indonesia
Salim Assegaf
Sanuji Pentamarta
Save Our Palestine
SBY-Boediono
Sejarah PKS
Setgab
Siami
Simbol Negara
Skandal Dana Hibah
Sosial
ST 12
Suharna Suryapranata
Sumatera Utara
Surabaya
Surahman Hidayat
Suswono
Sydney Jones
Tarbiyah
Taujih
Tifatul Sembiring
Tim 8
Tokoh
Turki
Video
Visi dan Misi
Wahidin Halim
Wikileaks
Yatim
Yoyoh Yusroh
Yudi Widiana Adia
Yusuf Supendi



Recent Comment