Select Menu
Select Menu

Berita Terkini

Berita Terkini

Nasional

Dunia

Bisnis

Dunia Islam

Pemuda

Perempuan

Daerah

Kabar Banten

Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar
Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar

Pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar tampaknya tidak tergoyahkan oleh prahara yang menerpa PKS dalam kasus suap daging impor. Survei menunjukkan, elektabilitas pasangan cagub dan cawagub ini masih tinggi dengan pemilih terutama di kalangan warga pedesaan Jawa Barat.

Direktur Pusat Kajian dan Pembangunan Stategis (Puskaptis), Husin Yazid, mengatakan dari hasil survei pasangan Aher-Dedi mengungguli pasangan Dede-Lex Laksamana dengan selisih 3 persen suara.

"Aher itu unggul 30,80%, sedangkan Dede Yusuf di urutan ke dua dengan 27,04%, disusul Rieke dengan perolehan suara 18,40%," ujarnya saat memaparkan hasil survei, di salah satu kafe di kawasan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Husin menjelaskan, perolehan suara yang didapat Aher ini karena didorong dari tingkat kepopuleran Dedi Mizwar yang unggul dibanding Dedi Yusuf.

"Dedi Mizwar, lebih unggul di banding Dede Yusuf, mungkin di masyarakat perkotaan Dedi Yusuf unggul dari Dedi. Namun di pedesaan Dedi mengungguli Dede Yusuf. Sedangkan Rieke sebagian pemilih wanita dia unggul" paparnya.

Survei dilakukan Puskaptis pada 2 Januari- 7 Februari 2013 lalu. Survei ini menggunakan teknik multistage random sampling dengan 1.800 responden berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. Metode survei dilakukan melalui tatap muka dengan kuisioner.


Berikut peroleh hasil survei Puskaptis berdasarkan nomor urut:

1. Dikdik- Cecep 3,06 %
2. Irianto-Tatang 15,20 %
3. Dede-Lex Lemana 27,04 %
4. Aher-Dedi 30,80 %
5. Rieke-Teten 18,40 %

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/survei-aher-ungguli-dede-yusuf-dan-rieke.html
Anis Matta - Konsolidasi Kader PKS Di Sumatera Utara


Anis Matta - Konsolidasi Kader PKS se Jawa Barat -dan Banten


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

SUKABUMI — Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menghadiri acara milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke-14 di Lapangan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Ahad (27/5).

Dalam kesempatan ini gubernur yang berasal dari PKS ini meminta partainya lebih terpacu untuk memberikan kontribusi untuk pembangunan. ‘’Saya meminta kinerja dan pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan,’’ ujar Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di depan ribuan massa yang menjadi peserta jalan sehat.

Menurutnya, momen hari jadi PKS harus menjadi pemicu semangat bagi kader partai untuk membangun Jabar. Terlebih, sosok kepala daerah yang kini memimpin di Kabupaten Sukabumi yakni Sukmawijaya berasal dari PKS.

Heryawan mengatakan, sejumlah program pembangunan yang ditujukan untuk kemajuan masyarakat harus dilanjutkan. Sementara sejumlah kekurangan yang terjadi harus secepatnya diperbaiki.

Ketua Panitia Milad PKS ke 14 Kabupaten Sukabumi, Ayi Abdullah mengatakan, rangkaian acara peringatan hari lahir PKS dilakukan selama satu bulan penuh. Sebelumnya, PKS Kabupaten Sukabumi telah meluncurkan sejumlah program unggulan dalam rangka hari jadi PKS.

Program tersebut yakni pembangunan rumah keluarga Indonesia, pemberian penghargaan tokoh peradaban, dan marketing personal approach. Untuk kader struktural partai diberikan training manajemen dan kepemimpinan.

Sebagai partai penguasa di Kabupaten Sukabumi, ujar Ayi, PKS berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Semua kader yang duduk di parlemen pun akan dimaksimalkan untuk memberikan kinerja terbaiknya.

Ayi mengungkapkan, pada syukuran kali ini pula DPD PKS Kabupaten Sukabumi mendukung penuh pencalonan kembali Ahmad Heryawan atau kang Aher menjadi gubernur Jabar untuk kedua kalinya. Hal ini didasarkan pada kinerja kang Aher selama ini yang cukup memuaskan.

‘’Hasil survei pun menunjukkan kang Aher masih yang terbaik,’’ terang Ayi. Sehingga massa dan simpatisan PKS mendukung penuh pencalonan Ahmad Heryawan sebagai gubernur pada pemilukada 2013 mendatang.
[Sumber: republika.co.id].
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, koalisi PKS dan PAN, dua partai pegusung dirinya dan wakilnya, Dede Yusuf, tetap aman, meski Dede Yusuf keluar dari PAN dan bergabung dengan Partai Demokrat, awal Maret 2011.

"Koalisi aman kok," kata Ahmad Heryawan, usai meletakkan batu pertama program wakaf tahap II pembangunan Yatim Apartemen di Jalan Lodaya No 91 Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) Jumat (15/4).

Ketika ditanyakan apakah keputusan Dede Yusuf tersebut akan berpengaruh terhadap dukungan PAN terhadap Ahmad Heryawan, ia tidak menjawabnya namun hanya tersenyum sambil masuk menuju mobil dinasnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Dede Yusuf (pasangan Hade) diusung sebagai kepala daerah dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jabar periode 2008-2013 oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Awal Maret 2011 lalu, Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, ternyata resmi bergabung dengan Partai Demokrat.

Kepindahan Dede Yusuf dari PAN ke Partai Demokrat diutarakan oleh Kepala Biro Informasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat, Yan Rizal.

Yan mengatakan, Dede Yusuf sudah resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah menggelar pertemuan dengan salah satu Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubaroq, di Cirebon, pada awal Maret 2011.

"Jadi benar Pak Dede Yusuf sudah bergabung dengan Partai Demokrat dan itu sudah lama sekitar satu bulan lalu. Kebetulan saja tercium oleh media baru sekarang," kata Yan Riza saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Menurutnya, secara administratif Dede Yusuf bergabung dengan Partai Demokrat melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bukan ke DPD Partai Demokrat Jabar.

Ia mengatakan berpindahnya Dede Yusuf dari PAN ke Partai Demokrat bukan berarti Dede Yusuf memiliki keinginan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jabar.

"Namun, hal itu dilakukan guna menambah kekuatan politis sebagai Wakil Gubernur yang memiliki 28 kursi pada DPRD Jawa Barat," katanya. [TMA, Ant] URL:


Sumber: http://www.gatra.com
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan menuturkan, Pemerintah Daerah Jawa Barat akan melakukan pengawasan khusus terhadap aktivitas Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu yang diduga sebagai markas penyebaran Negara Islam Indonesia (NII).

"Ya. Kita akan rumuskan segala yang terkait dengan keamanan bersama Polda dan Pangdam. Kita lihat nanti akan ada pengawasan khusus," tutur Heryawan di Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, segala cara akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan penyebaran ideologi ekstrem. Namun, tidak sampai memantau isi ceramah dan khutbah.

"Saya kira tidak perlu (mengawasi isi ceramah). Udah bukan zamannya. Yang penting kita semua waspada. Hal-hal kekerasan di era orde baru tidak perlu lagi," tegasnya.

Bagi Heryawan, yang penting dilakukan untuk menjaga keamanan di daerahnya yaitu sikap tegas dari aparat keamanan baik TNI dan polisi. [mvi] [inilah.com]
Klarifikasi DPD PKS Kota Tasikmalaya
Berkenaan Dengan Peristiwa Penginjakan Kain Berwarna Merah Putih Oleh Tim Performance Art Pada Acara Milad PKS KE-13 Se-Priangan Timur di GOR Sukapura, Dadaha Tasikmalaya
Hari Ahad,  Tanggal 24 April 2011

Kronologis Kejadian:

  1. Agenda acara Milad dibagi menjadi dua tempat yaitu indoor dan outdoor, indoor dilaksanakan di Gedung Olah Raga Sukapura Tasikmalaya sedangkan acara outdoor dilaksanakan di halaman depan Gedungnya.
  2. Acara outdor ini dimulai pada pukul 08.00 dengan menampilkan pagelaran rampak drum dilanjutkan dengan performance art.
  3. Pagelaran ini di lakukan oleh tim seni professional yang dibayar oleh panitia dan mereka adalah siswa dan siswi SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya (Group Bangsal Percussion)
  4. Berawal dari permintaan panitia -dalam hal ini penanggung jawab acara- yaitu Sdr. Wahyudin kepada Group Bangsal Percussion untuk mengisi acara performence art sebagai acara pendukung pada acara Milad PKS ke-13 Se-Priangan Timur.
  5. Untuk selanjutnya panitia (penanggung jawab acara) memberitahukan bahwa kegiatan ini bertema “Bekerja untuk Indonesia” dan dengan sub tema “Berjuta Cinta untuk Indonesia”.
  6. Kemudian mereka menawarkan rampak drum ditambah dengan tarian-tarian daerah yang menceritakan keanekaragaman budaya-budaya Indonesia.
  7. Mereka tidak menjelaskan secara detail acara tersebut ke penanggung jawab acara dan penanggung jawab acara disibukan dengan persiapan acara inti yang ada di indoor.
  8. Bahwa kesalahan koordinator bidang acara tidak melaksanakan kegiatan gladi resik secara detail sebagaimana lazimnya. Dan penanggung jawab acara mempercayakan sepenuhnya kepada tim performance art.
  9. Jalannya acara diawali dengan tabuh-tabuhan drum yang mengalunkan bunyi-bunyian berirama diselingi dengan pembacaan puisi. Setelah itu masuklah delapan orang penari perempuan dengan membawa kain berukuran 2 m x 6 m berwarna merah putih.
  10. Kemudian kain tersebut dibentangkan di atas kepala para penari dan mereka berkeliling yang akhirnya kain tersebut diletakkan di atas tanah dan menjadi alas untuk beberapa jenis tarian daerah.
  11. Sesaat setelah acara berlangsung Ust Heri Ahmadi (Ketua FPKS DPRD Kota Tasikmalaya) ditelepon oleh Kasat Intel Polresta Tasikmalaya untuk dimintai klarifikasi.
  12. Karena Ust Heri Ahmadi bukan panitia, beliau mengajak Ketua Panitia dan kebetulan hadir pula anggota DPR RI Bapak Kemal Azis Stamboel untuk menyikapi peristiwa tersebut.
  13. Keputusannya, bahwa penanggung jawab acara (Sdr. Wahyudin), koordinator tim performance art (Sdr. Tatang “Pahat” Sumpena) dan dua orang anggota timnya diperintahkan oleh Ketua DPD PKS Ust. Tono Wartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya Ust. Heri Ahmadi dan anggota DPR RI Bpk. Kemal Azis Stamboel untuk segera berkoordinasi dengan pihak Polresta Tasikmalaya.
  14. Setibanya di Polresta segera dilakukan proses penyidikan oleh pihak kepolisian dan Sdr. Wahyudin (Penanggung jawab acara) ditetapkan dengan status sebagai saksi. Proses pemeriksaan berlangsung dari jam 11.00 sampai jam 12.00 WIB.
  15. Penanggung jawab acara menjelaskan secara detail bahwa kejadian tersebut terjadi diluar kontrolnya dan menginformasikan bahwa tim Performance Art berasumsi kain berwarna merah putih yang berukuran 2 m x 6 m yang digunakan dalam acara tersebut dipahami bukan sebagai bendera.
  16. Asumsi itu dikuatkannya dengan alasan bahwa yang dimaksud dengan bendera kebangsaan mempunyai ukuran yang sudah baku berdasarkan Undang-Undang.

Upaya Yang Ditempuh Oleh DPD PKS Kota Tasikmalaya:

  1. Setelah seluruh rangkaian acara Milad selesai, pengurus DPD dan Fraksi secara bertanggung jawab segera mendatangi Mapolresta Tasikmalaya untuk meminta kejelasan.
  2. Karena Kapolresta sudah tidak ada di tempat, DPD dan Fraksi segera mendatangi kediaman sementaranya di Hotel Asri komplek Asia Plaza Tasikmalaya.
  3. Setelah dilakukan dialog dan dijelaskan secara singkat kronologis yang terjadi, Beliau memahami hal tersebut dan segera memerintahkan melalui HPnya kepada Kasat Reskrim untuk segera mempercepat proses penyidikan dan meminta agar sebelum maghrib semua anak-anak yang disidik segera dipulangkan.
  4. Untuk meminimalisir efek negatif pemberitaan media tentang kejadian tersebut, ketua DPD didampingi Wasekum Bidang Humas, anggota Bidang Acara dan anggota FPKS DPRD Kota Tasikmalaya yaitu Ust. Ade Ruhimat segera mendatangi kantor redaksi Kabar Priangan dan Radar Tasikmalaya untuk menjelaskan kronologis kejadian dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui media tersebut agar masyarakat proporsional dalam menanggapi berita tersebut.

Tasikmalaya, 24 April 2011
DEWAN PENGURUS DAERAH
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KOTA TASIKMALAYA

TONO WARTONOAGUS SETIAWAN
Ketua UmumSekretaris Umum

Yang memberikan keterangan:
WAHYUDIN (Koord. Bidang Acara Milad PKS Ke-13 Se-Priangan Timur)

Sumber: http://pk-sejahtera.org
Kantor DPD PKS Kulonprogo
KULONPROGO - Kantor DPD PKS Kulonprogo di Jalan Khudori No. 56 Wates mendapat teror dari orang tak dikenal. Pelaku membakar dua buah kursi dan satu meja, serta meninggalkan pesan berisi pelecehan kepada pihak PKS. Sumarno, 27, anggota kepanduan PKS Kulonprogo mengungkapkan, aksi teror tersebut diduga dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (31/5). Sumarno baru mengetahui peristiwa tersebut pukul 04.00, ketika akan mengambil air wudu untuk salat subuh.

’’Saat ingin mengambil air wudu, saya mendapati lampu teras depan dalam keadaan mati. Saat mau menghidupkan saklar, lampu tidak menyala. Ternyata setelah saya periksa, lampu dalam posisi kendor,’’ ungkap Sumarno yang saat kejadian sedang tugas jaga piket.

Setelah lampu berhasil menyala, Sumarno menemukan tulisan berisi pelecehan di pintu utama menggunakan cat semprot warna hitam. Dia juga mencium bau gosong dan mendapati dua kursi rotan dan satu buah meja tamu yang terdapat di teras sudah terbakar.

’’Setelah menemukan tulisan dan kursi yang terbakar, saya langsung membangunkan teman-teman,’’ ujarnya. Menurut Sumarno, saat kejadian, sebenarnya di dalam kantor ada sembilan orang. Tapi tak seorang pun yang tahu peristiwa tersebut karena semua tidur.

Maryanto, 35, anggota kepanduan PKS yang lain juga memerkirakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00. Sebab, sampai dia tidur sekitar pukul 02.30, tidak ada peristiwa apa-apa. ’’Sekitar pukul 02.30 saya masih membaca koran dan membuat kopi tapi belum terjadi apa-apa,’’ ujarnya.

Ketua DPD PKS Kulonprogo Hamam Cahyadi yang datang ke lokasi kejadian menduga, aksi tersebut ada kaitannya dengan persiapan masa kampanye pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kulonprogo. ’’Saya tidak tahu siapa yang melakukan dan sangat menyayangkan tindakan ini. Ini teror bagi PKS, kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelakunya,’’ harapnya.

Akibat kejadian itu, dua kursi rotan di teras kantor DPD PKS hangus terbakar dan menghitamkan sisi meja di dekatnya. Di bagian lantai teras juga ditemukan bekas siraman yang diduga bensin, sementara di pintu depan kantor terdapat tulisan pelecehan menggunakan cat semprot warna hitam.
Kapolres Kulonprogo AKBP K. Yani Sudarto mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas aksi tersebut. ’’Kami masih mendalami kasus ini dengan memeriksa beberapa saksi, kami juga belum tahu motiv yang dilakukan pelaku,’’ imbuhnya. (asa) [Sumber: http://www.radarjogja.co.id]